Rabu, 15 Maret 2017

Antara Angin dan Pohon Rindang

Entah pesan apa yang dibawakan oleh angin, yang pasti aku hanya dapat menerimanya dengan perasaan penuh tanya dan tanda tanya. Pada akhirnya angin itupun berterus terang padaku bahwa ia mengagumiku. aku terkejut dengan pengakuannya.

Setiap detik, menit sajak-sajak yang indah tersampaikan dengan baik dan paenuh makna, ia berpesan bahwa aku "terucap dalam doanya" aku tertegun dengan ucapannya, hatiku berdetak dan bergetar tak seperti biasanya entah apa dan mengapa perasaan ini mulai mengalir.

Ketika ku bertemu dengannya hati dan raga ini bagai tersamabar petir dan tak dapat aku mengendalikannya segera aku ingin menghindarinya namun aku tak kuasa, aku hanya tertegun lemah dan tak berdaya.

Dan aku melihat ia bagai pohon rindang penuh ketenangan dan kesejukan, dengan hembusan angin yang berlalu lalang dengan lembut sepertinya aku ingin tetap berada di bawah pohon rindang itu. Semoga pohon itu tetap rindang dan berbuah lezat. Entah siapa yang akan memiliki pohon rindang itu, aku hanya dapat mendoakannya, semoga kelak pemiliknya melebihi dari apa yang ia harapkan.

Ia terlihat begitu indah, hingga semua orang ingin memilikinya ..




Iis Pitaloka




Tidak ada komentar:

Posting Komentar